Struktur dari komponen elektropneumatik terdiri dari empat bagian yaitu :

1) Supply Energi (Compressor air & Electrical)

2) Input Elemen (Push Button/Sensor/Limit Switch)

3) Processing Elements (Switching logic, Selenoid valve, Pneumatik to Electric converter)

4) Actuator and Final Control elemen (cylinder, motor, directional Control valve)

SUMBER ENERGI LISTRIK

Unit catu daya berfungsi untuk :

  1. Penurun tegangan dari 220 V menjadi tegangan rendah 24 V sebagai  output
  1. Penyearah yang mengkonversikan tegangan AC menjadi tegangan  DC, dan kapasitor pada output penyearah berfungsi untuk meratakan tegangan tersebut.
  1. Regulator tegangan diperlukan pada output unit catu daya untuk menjamin agar tegangan output konstan tanpa dipengaruhi oleh aliran arus yang mengalir ke beban

RANGKAIAN ELEKTRONIK SEDERHANA

Komponen dasar dari sinyal listrik yaitu menggunakan listrik DC 24 Volt. Rangkaian listrik sederhana listrik terdiri dari sumber tegangan DC, beban dan sistem pengawatannya

PENJELASAN GAMBAR

Berdasarkan gambar tersebut dapat dijelaskan ketika sakelar ditekan (posisi menutup) maka arus akan mengalir melalui kabel penghantar menuju beban sehingga lampu akan menyala.

SAKLAR

berfungsi untuk memutuskan atau menyambungkan arus ke beban.

Berdasarkan cara kerjanya sakelar terdiri dari dua jenis yaitu sakelar

push button dan detent switch.

  1. Detent switch yaitu sakelar yang digerakkan secara mekanis dalam menentukan posisi ON atau OFF pada kontaknya.
  1. Push button yaitu sakelar yang akan bekerja selama tuas dari sakelar tersebut ditekan

BERDASARKAN JENIS KONTAKNYA

  1. Normally Open yaitu sakelar dengan posisi awal kontak terbuka sebelum ditekan atau diaktuasi dan akan tertutup jika ditekan atau diaktuasi.
  1. Normally Close yaitu sakelar dengan posisi awal kontak tertutup sebelum ditekan atau diaktuasi dan akan terbuka jika ditekan atau diaktuasi

PENJELASAN GAMBAR

jika push button SF1 ditekan (posisi menutup) maka solenoid akan timbul medan elektromagnetik yang berfungsi mengaktifkan katup pengarah 3/2 sehingga silinder single action akan bekerja maju. Kemudian jika push button SF1 dilepas (posisi membuka) maka solenoid akan hilang medan elektromagnetik sehingga katup pengarah 3/2 akan kembali ke posisi normal dan silinder single action akan mundur karena dorongan dari pegas

STRUKTUR PENGONTROLAN ELEKTROPNEUMATIK

  1. Bagian rangkaian sinyal kontrol elektronik akan mengaktifkan katup Kontrol arah yang diaktuasikan secara elektrik melalui selenoid valve.
  1. Katup kontrol arah menyebabkan silinder bergerak maju dan mundur
  2. Posisi dari silinder akan dideteksi oleh sensor dan dilaporkan kepadabagian rangkaian kontrol elektronik.

RANGKAIAN ELEKTROPNEUMATIK DENGAN SATU SILINDER

  • Digit pertama menunjukkan nomor aktuator dan aktuator yang dikontrol.
  • Contoh : 1.0 ; 2.0 ; 3.0 à Aktuator (working elements)
  • 1.1 ; 1.2 katup-katup yang mengontrol aktuator no 1
  • 2.1 ; 2.2 katup-katup yang mengontrol aktuator no 2

RANGKAIAN PNEUMATIK

LANGKAH MENGGABAR RANGKAIAN ELEKTROPNEUMATIK

      1.Buka aplikasi FluidSIM 5 Demo dengan double klik ikon

  1. Buatlah rangkaian kontrol pneumatik dengan komponen double acting cylinder, 5/2 way valve, dan compressed air supply.
  1. Ubahlah konfigurasi dari 5/2 way valve dengan cara double klik pada komponen tersebut -  configure valve - electrically (menggunakan double solenoid).
  1. Tambahkan saluran pembuangan udara bekas pada lubang no 3 dan label solenoid dengan nama “MM1” dan “MM2”
  1. Hubungkan komponen pada langkah 2 agar menjadi gambar sebagai berikut :
  1. Buatlah rangkaian kontrol elektronik dengan komponen power supply 24 V dan 0 V, 2 buah push button dan 2 buah valve solenoid.
  1. Tambahkan label push button menjadi “SF1” dan “SF2” serta valve solenoid menjadi “MM1” dan “MM2” (label valve solenoid pada rangkaian pneumatik dan elektronik harus sama agar dapat saling berhubungan).
  1. Hubungkan komponen pada langkah 6 agar menjadi gambar sebagi berikut.
  1. Jalankan simulasi dengan cara klik ikon start maka rangkaian elektropneumatik dapat berfungsi. (klik ikon stop jika akan

          mengedit kembali rangkaian tersebut).