1. Unit Tenaga

a. Unit tenaga Tegangan Listrik.

Unit tenaga kelistrikan yaitu sumber listrik yang diguunakan oleh MPS untuk dapat berfungsi. Sumber tenaga ini utamanya digunakan adalah sumber tegangan AC atau DC. Beberapa komponen memerlukan tegangan AC atau DC tergantung dari spesifikasi komponen-komponen yang digunakan pada MPS. Umumnya tegangan dc yang digunakan pada komponen PLC yaitu AC 220 volt dan DC 24 volt untuk memberi sumber pada PLC. Komponen utama MPS selain PLC yang membutuhkan tegangan DC/AC adalah komponen sensor- sensor pada MPS. Ratarata sensor yang digunakan di industri yaitu 0-5volt dan ± 10VDC. Umumnya sensor di industri menggunakan tegangan DC sebagai supplai tegangannya.

b. Unit Tenaga Pneumatik

Unit tenaga pneumatik berfungsi untuk memapatkan gas sehingga gas yang dihasilkan bertekanan. Komponen ini merupakan sumber utama dari komponen pneumatik dan elektro pneumatik. Hasil dari tenaga pneumatic ini dapat distel besaran yang ingin dikeluarkan, umunya tekanan pneumatic yang dihasilkan adalah 6 bar.

2. Unit Pengatur
MPS adalah sistem yang sudah terdistribusi sehingga butuh unit pengatur. Unit pengatur disini terdiri dari sistem PLC dan pneumatik yang kita atur. Umumnya dinamakan valve dalam pneumatik yang dianggap sebagai katub pengatur. Terdiri dari 3 umumnya valve pada katub pengatur yaitu pengatur arah, pengatur tekanan dan pengatur aliran. PLC yang kita gunakan juga sebagai salah satu komponen pengatur. Tugas PLC adalah memuat dan menjalankan program yang sudah kita buat sedemikian rupa sehingga sistem MPS sorting ini bisa bekerja dengan baik. Jika tidak menggunakan PLC sebagai pengontrol dalam sistem MPS sorting ini kita akan kesulitan dalam pengontrolan gerak dan sistem nya.

3. Unit Penggerak
Unit penggerak disini adalah komponen-komponen yang berfungsi sebagai penggerak dalam sistem MPS sorting. Terdiri dari beberapa komponen silinder dan motor. Silinder digunakan biasanya untuk proses seleksi jenis barang yang akan disorting sedangkan motor digunakan untuk konveyor yang menjalankan produk-produk. Komponen dalam penyusunan sistem MPS Stations Sorting.

a. Aktuator
Sistem MPS sorting menggunakan 2 buah jenis aktuator yang digunakan yaitu silinder dan motor. Penggunaan aktuator silinder sebagai pemilih/sorting dari benda sedangkan fungsi dari motor yaitu sebagai penggerak konveyor benda kerja yang akan dipilih/disorting. Aktuator adalah bagian keluaran untuk mengubah energi suplai menjadi energi kerja yang dimanfaatkan. Sinyal keluaran dikontrol oleh sistem kontrol dan aktuator bertanggung jawab pada sinyal kontrol melalui elemen kontrol
terakhir. Aktuator pneumatik dapat digolongkan menjadi 2 kelompok : gerak lurus dan putar.

b. Sensor
Komponen sensor berfungsi untuk mendeteksi benda kerja dan mengirim sinyal kepada kontroller. Sensor pada MPS sorting ini adalah membaca warna dan jenis dari benda kerja tersebut. Benda kerja yang diseleksi umumnya bersifat plastik atau metal. Bisa digambarkan jika benda kerja plastik akan dimasukkan dalam golongan A sehingga saat konveyor bergerak lalu sensor mendeteksinya sebagai jenis benda kerja A maka sensor akan mengirimkan data ke kontroller bahwa benda tersebut adalah benda kerja golongan A. Sensor memiliki 2 jenis, yaitu PNP dan NPN. Sensor PNP adalah sensor yang ketika aktif akan
menghasilkan data positif, sedangkan sensor NPN adalah sensor yang ketika aktif akan menghasilkan data negatif.
Sensor terdapat bermacam. Terdapat sensor yang terdiri atas 4 kabel, 3 kabel dan 2 kabel. Kabel warna coklat atau merah adalah 24v (+). Kabel warna biru atau hitam adalah 0v (-). Kabel warna hitam atau putih adalah data atau output dari sensor.

Gambar  Sensor PNP dan Sensor NPN

c. Katub Selenoid dan relai
Solenoid dapat menghasilkan gerakan linier tetapi dengan gaya yang terbatas. Selain media listrik, gerakan putar atau linear dapat juga dihasilkan dengan menggunakan media fluida baik cairan maupun gas untuk memindahkan benda dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Solenoid ini akan berfungsi sebagai masukan untuk memberi sinyal kepada aktuator mana yang bergerak. Solenoid ini mengkonversi sinyal masukan listrik untuk membuka dan menutup aliran air pada solenoid valve.
Relai adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai pengendali tegangan. Sistem kerja relai ini memanfaatkan magnet.
Umumnya relai dimanfaatkan untuk membuka dan memutus rangkaian dengan sistem magnetiknya. Terdapat 2 buah kontak
pada relay yaitu kontak NO dan NC.

d. Kontroller
Komponen kontroller didalam mesin MPS yang kita gunakan yaitu PLC (Programmable Logic Control). PLC sebagai sistem kontrol yang banyak ditemukan di industri karena bersifat mudah digunakan dan mudah dipahami.

e. Komponen Mekanik
Komponen mekanik disini terdiri dari Plat-plat dudukan untuk sensor, konveyor belting set, wiring duct, omega rel dan baut- baut yang digunakan untuk memasang. Fungsi dari komponen mekanik ini adalah pelengkap semua komponen yang ada.

Berikut adalah komponen yang digunakan dalam MPS bagian sorting :
a. Air Service Unit (ASU)

  1. Unit pelayanan udara berfungsi sebagai penyedia udara yang bersih dan kering untuk mensupply udara ke mesin. Type deskripsi dari ASU ini adalah:
    a. D-LFR 1/8 D-MINI
    b. Tekanan kerja max 1200 Kpa (12 bar)
    c. Diaphragm control value max 1600 kpa (16 bar)
  2. Silinder Kerja Ganda . yang dipergunakan untuk mengeluarkan benda kerja. Type deskripsi yang digunakan yaitu ADVU-16-10-P-A Media: udara kering, berpelumas atau tanpa pelumas.
  3. Motor DC
    Umumnya untuk menggerakkan konveyor dibutuhkan sebuah motor yang memiliki tenaga dan kecepatan yang baik agar konveyor dapat berjalan mulus dan halus tanpa slip. Motor DC menjadi salah satu pilihan yang baik untuk
    menggerakkan konveyor. Agar mendapat torsi yang diinginkan motor DC ditambahkan dengan Gear unit sehingga kuat untuk menggerakkan belt konveyor.

Sensor Optik
Sensor ini digunakan untuk mendeteksi suatu benda dengan media cahaya. Sensor akan mengeluarkan output ketika sinyal dari Transmitter tidak dapat ditangkap oleh Reciever karena terhalang oleh benda yang dideteksinya. Sensor optik yang digunakan adalah jenis sensor yang memiliki transmitter dan receiver yang terpisah.


Transmitter
Bertugas memberikan sinyal cahaya. Sinyal yang di pancarkan sensor ini berupa sinar infra merah.

Receiver
Mendeteksi sinar infrared yang dipancarkan oleh transmitter. Receiver pada sensor ini, terbuat dari bahan yang peka terhadap cahaya sehingga dapat mempengaruhi besar output.


Amplifire
Berguna utuk mengatur delay aktif sensor, kondisi NO dan NC, jarak baca sensor, dll tergantung kepada jenis sensor yang digunakan.

Gambar  Simbol Sensor Optik

Sensor optik pada sorting station digunakan sebanyak 3 buah. Yaitu sebagai berikut :
a. Sensor benda datang

Sensor ini berguna untuk mengetahui workpiece yang datang dari Handling Station. Baik benda logam maupun benda plastik. Output untuk sensor ini adalah negatif (0v), karena merupakan sensor jenis NPN.

b. Sensor warna

Sensor ini berguna untuk mengetahui warna benda berdasarkan panjang gelombang. Sensor ini akan aktif jika panjang gelombang warna sesuai dengan yang telah diatur. Ketika benda warna merah ataupun putih sensor akan aktif dan tidak aktif ketika benda warna hitam yang dideteksinya. Sensor ini merupakan jenis sensor NPN dan mengeluarkan data negatif (0v).

c. Sensor deteksi benda turun/penuh

Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi benda yang telah dipilah atau dipisahkan jatuh ke seluncuran menuju tempatnya. Sensor ini merupakan jenis sensor NPN dan mengeluarkan data negatif (0v)

d. Sensor Magnetik/Reed Switch
Reed switch adalah proximity switch yang dioperasikan secara magnetik. Sensor ini biasanya dipasang dibagian dari silinder untuk membaca posisi dari silinder maju atau silinder mundur. umumnya berbentuk kecil dan mempunyai lampu kecil sebagai indicator apakah sensor ini membaca magnet atau tidak. Berguna sebagai pendeteksi magnet yang terdapat di dalam batang
silinder. Sensor akan aktif ketika mendeteksi magnet dalam jarak yang dapat ditangkapnya.

Gambar Simbol Sensor Magnetic

Sensor magnetik yang digunakan adalah jenis PNP. Sensor ini menghasilkan output data positif (24v). Sensor ini digunakan untuk membaca posisi dari sebuah silinder. Total jumlah sensor magnetik yang digunakan sebanyak 5 buah.

h. Sensor induktif
Berfungsi sebagai pendeteksi benda logam. Sensor akan aktif ketika benda logam dideteksinya.

Gambar Simbol Sensor Induktif

Sensor induktif pada sorting station digunakan untuk mendeteksi benda logam. Jenis sensor yang digunakan adalah NPN dan hanya terdapat 1 buah.

i. Terminal blok/data

Gambar Terminal Blok

Terminal blok ini berfungsi sebagai penghubung antara I/O dan juga dilengkapi dengan DB25. Terminal ini juga sebagai jalur komunikasi I/O dengan PLC.

Rangkuman

1. Modular Production System (MPS) adalah stasiun terdiri dari komponenkomponen industri berupa komponen pneumatik dan elektrik dengan pengendali PLC yang diarahkan untuk pelatihan kejuruan yang berorientasi ke industri.
2. Komponen terdiri dari komponen aktuator, komponen sensor dan komponen kontroller serta beberapa komponen tambahan untuk membuat sebuah MPS untuk fungsi sorting.

Tes Formatif

1. Sebutkan komponen utama pada robot MPS?
2. Jelaskan dua buah unit tenaga yang digunakan pada robot MPS?
3. Jelaskan prinsip kerja dari :

a. aktuator

b. sensor

c. solenoid dan relai

d. kontroller

f. sensor benda datang

g.sensor warna

4. Gambarkan 2 buah sensor PNP dan NPN

5. jelaskan fungsi dari bagian berikut :

a. transmiter

b. Receiver

c. amplifier